Rabu, 29 Oktober 2014

My Lil Diary

Haloo all~Lama ndak buka blog XD.... sibuk kuliah dan ini itu sih ^^a
Langsung aja deh, saya mau nyoba bikin cerpen alias cerita pendek. Dalam cerpen ini pelaku utama adalah  sudut pandang orang pertama dan saya menggunakan nama saya sendiri untuk terjun sebagi peran utama XDDDDD , jadi benar-benar seperti buku diari. Untuk genre nya.. mmm saya sudah bosan dengan straigh yang sudah umum (?) :v Jadi untuk yang tidak suka melenceng, harap jangan diteruskan membaca ya :v.. Langsung aja deh.. semoga kalian menikmatinya ^^)/

============================================================================
Karena ada masalah-lah
Manusia terus tetap berusaha

Bekerja keras demi apa yang mereka cintai
Karena Hal inilah, dunia ini jadi indah
                                                             -Nurul.Hikara-

Hal. 1

2012/03/15,
Namaku Hikara,
Sejak dulu hidupku selalu sendiri, selalu dijauhi dan tidak punya teman, aku tidak mengerti kenapa? Mungkin karena aku pendiam, atau akau tidak pernah mau dimintai contekan.
     Saat aku kelas 2 SMK (yaaah, aku adalah anak SMK, dulu), jurusan Gambar Bangunan, aku pernah menyukai teman sekelas ku, namanya Taufik. Teman-temannya tahu kalau aku menyukainya, dan saat aku menyatakan perasaanku, salah satu temannya berkata " si Jelak Hikara sama si Ganteng Taufik? Please deh. Hahahahaha~ nggak banget deh" sambil tertawa terbahak-bahak. tak terasa airmata ku pun jatuh dan aku pergi dengan rasa malu luar biasa. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi bilang "aku suka kamu" pada laki-laki.
     Aku sadar bahwa aku ini tidak cantik, bahkan aku rasa mukaku ini di bawah standar plus aku tidak bisa dandan layaknya cew pada umumnya. bisa dikatakan aku ini tomboy, meskipun begitu aku ini tetap cewek yang punya pearasaan.

Tahun 2009.
     Saat aku kelas 3 SMK, ada acara semacam Training dari semen Gresik di Malang dan aku termasuk dalam wakil sekolahku yang terdiri dari 3 orang, aku dan 2 temanku cowok. Di acara itu adal cowok aneh (menurutku) yang tiak jelas yang tiba-tiba meminta kenalan dan melakukan hal-hal yang tidak penting. namanya Risdika. Baru kenal 1 jam sudah berani menawarkan diri untuk membawakan nameTag milikku, dan malamnya mengajakku untuk ngobrol dan berkumpul dengan teman-temannya. secara aku cewek ya gak mau lah~... krik krik krik :v
     Sebelum pulang dari Training itu, Risdika memberiku sebuah cincin dan berkata "kita jadi sahabat aja, ndak usah pacaran. Soalnya kalau pacar kan nanti bisa putus dan ada mantan pacar, tapi kalau sahabat ndak akan ada mantan sahabat". Reaksi ku ya "eh??......maksudnya???" Baru pertama kalinya ada seorang cowok yang berkata seperti itu padaku. Dan aku pun berjanji pada diriku untuk menjaga cincin itu selamanya.
     Namun, ... diluar kuasaku, cincin itu hilang setelah aku perform di acara Bunkasai Unitomo 24 Maret 2013. aku mencarinya kemana-mana hingga acara itu selesai dan mataharipun sudah akan tidur di ufuk barat, dan hasilnnya .. nihil.
     Enam bulan setelah pulang dari seminar itu, aku baru sadar kalau aku menyukainya. Aku menunjukkan perasaanku padanya dengan perbuatan. Saat ulang tahunnya aku membuatkan kue, "susah payah" istilah untuk orang yang tak bisa memasak sepertiku, dengan harapan dia akan menyukainya. Saat itu aku sudah di Surabaya, kuliah di ITS (2010). "Nanti ambil di kos ku ya?" begitulah sms ku padanya. Namun, hingga keesokan harinya dia tidak pernah datang lagi menemuiku. Akhirnya kubagikan kue itu ke teman-teman kosku.
     sebelum itu, setiap sabtu, dia selalu datang menjenguk ku di kos, mungkin hanya sekedar untuk main, atau mungkin kalau ada maksud lain aku tidak tahu. Kami mengobrol hinga jam 8 malam, karena ia harus mnjemput ibunya pada jam itu dari kerja.
     Saat aku meraih Juara Setara Perak di PIMNAS 25 di Yogyakarta (2012), aku bertanya padanya, dia mau oleh-oleh apa dari Jogja. Dia bilang dia ingin sebuah blangkon. Namun Bus yang aku tumpangi tidak mempir ke kios yang menjual barang seperti itu, malah mampir ke kios makanan dan kue. Yasudah aku belikan kue untuknya. Sekali lagi aku bilang "ambil di kos ya" dan lagi-lagi dia tak pernag datang. Hingga sekarang.
     Mungkin aku harus menyadarkan diriku dan mengingat kembali kata-katanya "kita jadi sahabat aja" dan aku menyadari kata-kata itu sepulang dari PIMNAS itu. Mungkin sudah takdirku untuk TIDAK dicintai oleh laki-laki.

-bersambung.......-